MILIKKU DIUBAH JADI MEKI
Wellcome
back, Lur. Pakde Noto di sini dan inilah Samsung S26. Eh, bukan, bukan ... itu
tadi David Gadgetin, Lur.
Bagaimana
kabarmu, Lur? Hari ini pakde datang dengan cerita baru ... hem, tepatnya pakde
akan membahas sebuah kasus yang bener-bener mind-blowing.
“Kasus apa
sih, De? Bikin penasaran deh, apalagi lihat judul covernya kok begitu?”
Benar
sekali, Lur. Kamu gak salah baca kok. Burungnya diganti meki itu benar.
“Heh!
Seriusan, De? Ceritanya bagaimana, kok bisa?”
Bagaimana
ceritanya? Langsung saja ke TKP.
****
Kalian
pernah nggak sih ngerasa aman banget sama seseorang yang udah kalian anggap
kayak bapak sendiri gitu, Lur?
Nah, ini
adalah kisah ... sebut saja Mujahid, seorang remaja 20 tahun asal Uttar
Pradesh, India, yang kepolosannya dibalas dengan pengkhianatan paling kejam.
Jadi,
semuanya berawal dari pertemuannya dengan pria bernama ... sebutlah Om Prakash.
Om Prakash ini
bisa dibilang lelaki baya ... punya uang, dan kelihatan baik banget loh, Lur.
Orang kaya gitulah.
Kalau pakde
sih menang kumis doang. Masalah uang pakde gak sekaya Om Prakash. Ini juga
ngumpulin recehan dari hobi nulis, Lur. Menyedihkan emang.
Mujahid ini emang
dasarnya anak desa yang polos, nggak curigaan sama sekali. Dia mikir, "Oh.
Om Prakash ini baik banget, ya. Selalu bantu aku. Suka kasih ini itu, sering
ngajak jalan-jalan dan makan."
Memang benar
kok, Lur. Om Prakash ini sering memberi Mujahid uang dan sering mengajak
makan-makan enak, Lur.
Pokoknya, di
mata Mujahid, Om Prakash adalah lelaki baik dan sudah dianggap bapaknya
sendiri. Serius! Saking baiknya.
Akan tetapi,
Lur. Ada satu hal yang Mujahid nggak tahu kalau Om Prakash ini ternyata punya
orientasi seksual yang disembunyikan ... hombreng, Lur. Penyuka sesama jenis.
Nah loh! Ada
udang dibalik batu rupanya. Ya, to. Kebaikan Om Prakash ini ternyata ada maksud
terselubung, Lur.
Om Prakash
ini terobsesi dan jatuh cinta banget sama Mujahid, tetapi dia sadar, dia nggak
akan bisa dapat Mujahid secara normal kayak mendapatkan seorang perempuan.
Ya, iyalah!
Secara Mujahid ‘kan laki-laki, sementara Om Prakash juga laki-laki. Semesta
juga gak bakal merestui ya ‘kan, Lur? Ya, kali jeruk makan jeruk.
Om Prakash
sadar akan dirinya yang menyimpang. Jadi, dia mulai menyusun rencana yang
bener-bener tak masuk akal untuk mendapatkan Mujahid, pemuda yang ia gandrungi.
Intinya, Om Prakash terus menanam kebaikan di mata Mujahid, tetapi ya gitu,
Lur. Ada maunya.
Itu tadi
perkenalan singkat tokoh Om Prakash yang hasratnya hanya muncul kala melihat
pemuda tampan ... tergila-gila sama Mujahid. Hasrat Om Prakash yang menyimpang
ia pendam lama dan terus-terusan menanam kebaikan agar mudah mendapatkan
Mujahid.
Hombreng itu
suka begitu ya, Lur? Serius pakde nanya. Suka kasih ini itu sebagai jebakan Batman
gitu? Biar korbannya merasa gak enak kalau menolak, secara korban sudah
dijojong?
Kamu harus
hati-hati loh kalau ada orang baik ... zaman sekarang gak ada yang gratis! Pokoknya
harus waspada ya, Dulur. Namun, kalau pakde gak modus kok, gak ada maksud lain
kepadamu, pakde hanya ingin menghiburmu saja. Sumpah! Pakde gak akan
mencintaimu seperti Om Prakash yang nyeleneh itu ... cinta pakde hanya untuk mbokdemu
seorang kok. Serius!
Pakde loh
orangnya lugu, polos, dan gak tahu apa-apa tentang begituan.
Eh, Lur. Kadang-kadang
pakde pingin seperti tetangga yang HP-nya gak pernah dikunci. Mereka punya HP
masing-masing, tetapi HP suaminya memang gak pernah dikunci dan asal taruh
begitu saja ... sebegitu polos dan lugunya.
Mainnya
hanya nonton Youtube, gak aneh-aneh seperti pakde yang betah lama nongkrong di
aplikasi X. Ya, bagaimana ya Lur. Bebas sensor masalahnya kalau di X. Ada video
ini, ada video itu, ada video ini itu, video ona-anu, dan ... pokoknya betah!
Surga gak
sih bagi istri-istri punya suami yang HP-nya gak dikunci kode gitu. Gak
curigaan, gak perlu waswas, asal taruh dan bisa dicek chat, daftar kontak, galeri,
dan akun-akun sosmednya. Bisa tidur nyenyak ya to?
Pakde sih
pingin banget begitu, HP asal taruh, kalau mbokdemu cek HP aman-aman saja,
tetapi ya bagaimana ya, Lur. Pakde belum bisa ... pokoknya pakde sudah beliin
mbokdemu HP dan sejak itu HP pakde aman, terlebih sekarang yang rahasia sudah
pakde amankan di folder terkunci. Aman Lur, aman! Semua chat, video donlotan,
video sendiri ... aman!
Terlebih
kalau cucu pakde datang berkunjung pasti otak-atik HP mbah kakungnya, duh ...
suka ketar-ketir. Untung saja pakde gak instal TikTok, alhasil gak lama dia
mainin HP pakde.
Kalau kamu
HP-nya dikunci juga atau tidak, Lur? Sangat privasi atau malah silakan-silakan
saja? Pakde kepo loh pingin tahu.
Sudah, ah.
Kita kembali ke cerita. Ngomongin yang privasi nanti saja, kapan-kapan saja ya,
Lur. Sekarang kita fokus kepada Mujahid dan Prakash.
****
KONTILKU DIGANTI MEKI.
Setelah
sekian waktu, setelah dirasa Mujahid sudah terperangkap oleh kebaikan Om Prakash.
Malam itu Om
Prakash ngajak Mujahid ke apartemennya.
Saat Mujahid
bertanya kenapa ia diajak ke apartemen, Om Prakash menjawab, katanya, “Ada
urusan penting.”
Singkat
cerita keduanya sudah sampai di apartemen milik Om Prakash, tak lama kemudian Om
Prakash menyodorkan minuman untuk Mujahid.
Kalian bisa
tebak ... minuman itu udah didoping oleh OM Prakash dengan obat bius, Lur!
Weladalah! Jelas
saja Mujahid yang polos menenggak dan menghabiskan minuman itu. Hasilnya ...
eng, ing, eng ... Mujahid pingsan, Lur.
Bruk!
Hayo?
Kira-kira adegan selanjutnya apa hayo?
Apa! Gak
kok. Om Prakash gak langsung menggasak Mujahid yang pingsan. Murahan banget ya ‘kan
kalau sampai menggasak Mujahid yang pingsan.
“Hah! Gak
digasak, De? Terus diapain dong? Kok gua malah penasaran, ya.”
Memangnya
kamu! Om Prakash tidak begitu.
Mengetahui
Mujahid pingsan, Om Prakash tidak buang waktu, dia bawa Mujahid ke sebuah rumah
sakit milik Fakultas Kedokteran Beg Rajpur.
“Loh, kok?
Mau apa sih, De?”
Nanya terus
... Nanya terus!
“Dih! Cuma tanya
kok sewot!”
Simak
makanya!
“Iya deh,
iya!”
Om Prakash lalu
masuk dan berpura-pura jadi bapaknya Mujahid.
Singkatnya, Om
Prakash tanda tangan semua surat izin operasi sesuai prosedur loh, Lur.
“Hah!
Operasi, De? Operasi apaan dah.”
Tanya sekali
lagi pakde sembur pakai air jampi-jampi ya, Bocah!
“Suka-suka Pakde
aja deh! Nanya salah, diem disangka begok. Terserah Pakde aja!”
Yok lanjut,
Yok.
Kamu tahu
operasi apa yang Om Prakash minta? Sex Reassignment Surgery.
Kok kamu gak
tanya?
“Tadi
katanya kalau nanya-nanya disembur air jampi-jampi jigong!”
Begitu ae
kok nesu loh kamu ini.
Pakde
lanjutin, ya?
“Terserah
Pakde aja.”
Singkatnya, Om
Prakash memaksa dokter yang ada di sana untuk mengubah Mujahid menjadi seorang
wanita secara fisik.
“What!
Serius, De?”
Iya, benar. Om
Prakash meminta dokter mengubah Mujahid menjadi perempuan!
“Astaga
naga. Sebegitunya, ya.”
Ya. Dokter
pun segera melakukan tugasnya.
Next, Lur!
*****
Setelah
operasi selesai.
Mujahid terbangun.
Ia merakan pusing, mual, dan hal pertama yang ia dengar adalah suara Om Prakash."Sekarang
kamu sudah jadi wanita. Aku akan membawamu ke Lucknow dan kita akan
menikah."
Ya, iyalah syok
... Mujahid syok mendengarnya. Ia yang masih merakan sakit luar biasa di perut
langsung ngeh ucapan Om Prakash. Mujahid langsung mengecek miliknya di balik
selimut... organ genitalnya udah nggak ada, Lur! Burungnya sudah terbang ...
berganti meki yang aduhai. Weladalah!
Mujahid kini
telah berubah menjadi perempuan dengan tak lagi bergelar pejantan ... ya memang
tak lagi memiliki burung. 😁
Sebegitunya
ya Lur cinta. Om Prakash melakukan segala cara untuk mendapatkan pemuda idamannya.
Kalau ia tidak bisa menikahi seorang lelaki dan kodratnya harus menikahi
perempuan ... sekarang Om Prakash bisa melakukannya, toh Mujahid yang tadinya
mempunyai burung seperti dirinya kini berganti perempuan?
Mungkin
pikir Om Prakash begini, Lur. “Lah! Gua ‘kan menikahi perempuan, bukan jeruk
makan jeruk. Ya, ‘kan? Buktinya Mujahid perempuan kok. Bisa dong gua nikahin
Mujahid?”
****
Lur, kamu
pasti mikir, "Kok bisa bapaknya nggak nyariin sih, De?" atau,
"Kok rumah sakit percaya gitu saja saat Om Prakash menyuruh mengganti
kelamin Mujahid?"
Ternyata,
eh, ternyata ... pas polisi selidiki kasus ini ... bapaknya Mujahid itu
terlibat, Lur!
“Astaga ... makin
drama aja ya, De?”
Benar, Lur. Bapaknya Mujahid ini punya hutang judi ke
lingkaran pertemanan Om Prakash. Jadi, bapaknya menjual masa depan anaknya demi
lunasin utang.
Nah loh!
Plot twist ‘kan?
Jauh-jauh
hari bapaknya Mujahid membuat kesepakatan dengan Om Prakash yang tergila-gila
dengan anaknya.
Saat Om Prakash
mengutarakan ingin menikahi Mujahid dengan terlebih dulu mengganti kelaminnya,
sang bapak setuju.
“Bagaimana, Be.
Boleh dong gua nikahin anak Babe?” tanya Om Prakash.
“Lu atur deh
bagaimane baeknye,” jawab bapaknya Mujahid.
Ternyata,
dokumen yang disodorkan Om Prakash kepada dokter itu asli dan sudah dibubuhi
tanda tangan basah oleh bapaknya Mujahid loh, Lur. Semua terkesan legal ya, ‘kan?
Duar!
Gila gak tuh!
Yang satu gila judi, yang satu punya hasrat menyimpang dan Mujahid yang polos
jadi korban!
Next!
****
“Apa Mujahid
akhirnya dinikahi oleh Om Prakash, De?”
Gak! Gila
Mujahid mau sama lelaki homo murahan model gitu, melakukan segala cara.
Mujahid akhirnya
menceritakan kekecewaannya kepada beberapa kerabat yang masih peduli akan
nasibnya yang kini berubah perempuan.
“Ya, kali
kontil gue diubah jadi meki. Gue gak terima! Gue mesti lapor polisi!”
Long short
story ... Om Prakash akhirnya ditangkap dan rumah sakit itu juga diinvestigasi
besar-besaran karena dianggap mal praktik dan prosedur ilegal.
Begitu
ceritanya, Dulur.
Mujahid tidak
jadi nikah sama om ngacengan itu. Dia milih untuk pergi jauh, berusaha
menyembuhkan trauma yang bakal membekas seumur hidup.
****
Menurut kamu
bagaimana, Lur? Apakah hukuman penjara cukup buat orang kayak Om Prakash? Menurutmu
pula apa yang pantas didapat sama bapaknya Mujahid yang tega menjual anaknya
sendiri?
Sekali lagi
pesan pakde, jangan lupa buat terus waspada sama orang-orang di sekitarmu,
bahkan yang kelihatan paling baik sekalipun, nggeh.
Oke, Dulur.
Itu tadi adalah kisah yang bener-bener bikin kita mempertanyakan sisi
kemanusiaan seseorang. Kok bisa-bisanya rasa percaya dibalas dengan
pengkhianatan seekstrem itu?
“Orang
hombreng napa sih ada saja gebrakannya. Heran!”
Semua demi
cinta. Namanya orang kalau sudah cinta bagaimana sih, Lur. Kayak kamu gak
pernah jatuh cinta saja.
“Ya, gak gitu
juga kali, De! Kaum pelangi memang aneh. Suka sejenis aja udah aneh ... lah ini
malah aneh-aneh lagi!”
****
Kasus
Mujahid ini bukan cuma sekadar berita kriminal biasa, tetapi ini adalah
pengingat keras buat kita semua ya, Lur. Kadang, bahaya terbesar itu bukan
datang dari orang asing yang kita temui di jalan, tetapi justru dari orang yang
punya akses ke hidup kita ... bisa itu teman dekat, atau bahkan dalam kasus
tragis Mujahid ini ... keluarga sendiri.
Satu hal
yang bikin pakde salut adalah keberanian Mujahid untuk bersuara. Di tengah
trauma fisik dan mental yang luar biasa, Mujahid memilih untuk melawan dan tidak
membiarkan Om Prakash menang begitu saja.
Pelajarannya,
kalau kamu merasa ada yang aneh dengan kebaikan seseorang yang berlebihan,
jangan diabaikan.
Ingat! Tidak
ada seorang pun, siapa pun mereka, yang berhak mengambil keputusan atas tubuh
kalian tanpa izin. Selalu pastikan kalian punya support system yang bener-bener
tulus, karena pengkhianatan dari dalam itu lukanya paling susah sembuh loh,
Lur. Percaya deh sama pakde. END
Dukung Pakde Noto di Trakteer
.jpg)
No comments:
Post a Comment