ABU NAWAS DAN ABU JAHAL
ABU NAWAS MENGERJAI KAWAN YANG RAKUS
Dikisahkan Tuan Hamid sedang mengadakan acara pesta atas
pernikahan anak satu-satunya. Semua kerabat, sanak saudara dan juga para
tetangga beserta sahabat-sahabatnya diundang menghadiri pesta pernikahan
anaknya. Begitu pula dengan Abu Nawas, ia diundang ke acara pesta tersebut.
Dengan mengenakan jubah terbaiknya Abu Nawas berangkat menuju
rumah Tuan Hamid.
Kedatangan Abu Nawas mendapat sambutan yang penuh hangat.
“Wahai sahabatku, Abu Nawas. Selamat datang di rumahku.
Silakan masuk,” sambut Tuan Hamid.
“Terima kasih, Tuan Hamid. Semoga pernikahan anakmu diberkahi
dan mendapat Ridho dari Allah,” balas Abu Nawas.
“Amin. Terima kasih, Abu Nawas. Telah mendoakan anakku,” timpal
Tuan Hamid.
Kemudian Tuan Hamid mempersilahkan Abu Nawas duduk di depan
meja yang penuh dengan hidangan.
“Silakan dimakan hidangannya, Abu Nawas. Jangan
sungkan-sungkan,” ucap Tuan Hamid.
Belum sempat mengambil hidangan, tiba-tiba datang kawannya
yang bernama Abu Jahal.
Abu Jahal ini terkenal dengan sifat rakusnya. Tanpa menunggu
di persilahkan, Abu Jahal langsung mengambil posisi duduk berdekatan dengan Abu
Nawas.
Ia kemudian segera memakan hidangan yang berada di depannya
itu.
“Orang tidak punya sopan santun,” gerutu Abu Nawas.
Abu Nawas terus memperhatikan tingkah laku Abu Jahal. Hampir
semua hidangan di atas meja habis dimakan oleh Abu Jahal.
Abu Nawas pun bertambah geram dibuatnya.
“Dasar manusia rakus,” ucap Abu Nawas dalam hati.
Di samping makan sebanyak-banyaknya Abu Jahal sibuk pula
mengisi kantong bajunya dengan makanan. Melihat kerakusan Abu Jahal tersebut
timbul ide pada diri Abu Nawas untuk mengerjainya.
Abu Nawas lalu mengambil teko yang penuh berisi air. Diam-diam
ia menuangkan air di teko tersebut ke kantong baju Abu Jahal yang berisi
makanan, tentu saja hal ini membuat Abu Jahal terkejut. Ia kemudian berteriak
kepada Abu Nawas.
“Hai, Abu Nawas. Kamu gila, ya! Masa kau tuangkan air ke
kantong bajuku!”
Sontak para tamu yang hadir kaget mendengar teriakan Abu
Jahal, tapi dengan entengnya Abu Nawas menjawab. “Maaf, Abu Jahal. Aku tidak
bermaksud jahat.”
Abu Jahal pun bertambah marah.
“Jelas-jelas kau berbuat jahat padaku! Kau ingin
mempermalukan aku, ya!” bentak Abu Jahal sekali lagi.
“Aku minta maaf, Abu Jahal. Sama sekali tidak ada niatan
untuk mempermalukanmu,” balas Abu Nawas.
“Lalu apa maksudmu menuangkan air ke kantong bajuku?” tanya
Abu Jahal sewot.
“Begini, Abu Jahal. Tadi aku lihat betapa banyak makanan yang
di kantong bajumu. Saya khawatir dia akan kehausan, oleh sebab itulah aku beri
dia minum secukupnya,” ujar Abu Nawas.
Spontan para tamu yang hadir tertawa terpingkal-pingkal
mendengarnya apalagi ketika mereka melihat makanan yang dikantong Abu Jahal
telah basah semua oleh air.
Abu Jahal yang tadinya marah mendadak berubah menjadi salah
tingkah karena tak kuat menahan malu. Abu Jahal langsung pergi meninggalkan
pesta tersebut.
No comments:
Post a Comment